Seorang karyawan biasa selalu menemukan seorang ksatria wanita penuh harga diri menunggunya di apartemen setiap kali ia pulang. Si ksatria, tipe kukkoro yang tegas dan kaku, awalnya menganggap sang pemilik rumah sebagai musuh sekaligus penjaga, tetapi realitas sehari-hari memaksa mereka berbagi rutinitas yang kocak. Dari salah paham soal peralatan modern sampai perang dingin memperebutkan remote TV, keduanya perlahan membangun ritme hidup bareng yang aneh tapi hangat. Seiring waktu, jarak mereka mengecil. Sang ksatria belajar etika dunia modern dan cara menurunkan gengsi, sementara si karyawan memahami beban sumpah dan martabatnya. Momen-momen receh berubah jadi keakraban tulus, membuat keduanya mempertanyakan arti rumah, janji, dan kebebasan, tanpa kehilangan bumbu komedi yang jadi inti kisahnya.