Di kelas malam program desain busana, aku duduk satu bangku dengan mahasiswi yang dijuluki Seijo karena sikapnya yang super rapi dan aura kalem. Dari luar dia terlihat tak tersentuh, tapi diam-diam ia sering membisikkan tips fesyen yang sangat teknis, mulai dari lapisan rok, lining, hingga cara kerja petticoat agar jatuhannya perfect. Karena ia pemalu, semua obrolan dilakukan pelan dan tertutup, bikin orang sekitar salah paham seolah kami menyimpan rahasia besar. Seiring proyek kelas berjalan, kami makin dekat. Ia mengajariku bukan cuma teknis pakaian, tapi juga etika, kenyamanan tubuh, dan pentingnya consent saat membahas hal-hal yang sifatnya personal. Di tengah rumor kampus dan momen-momen canggung, kami belajar saling percaya, menegaskan batas, dan tetap profesional. Komedinya datang dari salah kaprah yang kerap terjadi, tapi intinya hangat: tumbuh bareng lewat komunikasi yang jujur.