Ji-ho, anak magang yang naik status jadi agen paling bontot di NIS, cuma kebagian urusan arsip dan belanja kopi. Hidupnya berubah saat kegagalan misi membuatnya jadi kambing hitam, memaksa ia terjun ke lapangan tanpa pelatihan penuh. Dengan modal otak encer, insting OSINT, dan keberanian nekat, Ji-ho menemukan jejak jaringan bayangan yang menjual data warga. Ia terpaksa berduet dengan senior yang reputasinya rusak, sambil menghindari mata-mata internal yang ingin menutup mulutnya. Di tengah kejar-kejaran di jalanan Seoul dan serangan siber yang tak henti, Ji-ho belajar bahwa pangkat tidak menentukan nilai. Saat kepingan bukti menunjuk ke pengkhianat di pucuk pimpinan, ia harus memilih antara loyalitas pada institusi atau kebenaran yang bisa menghancurkan semuanya. Keputusan Ji-ho mendorongnya dari posisi terendah menuju sorotan berbahaya, tempat setiap langkah salah bisa jadi langkah terakhir. Ini bukan sekadar misi, ini ujian tentang siapa yang layak disebut agen.