Di benua yang diliputi Korupsi, kabut hitam yang merusak akal dan tanah, seorang pendekar bernama Eiden terlahir kebal terhadap pengaruhnya. Kekebalan yang langka itu membuatnya diburu berbagai faksi, sampai ia tanpa sengaja melepaskan segel Pedang Malapetaka, senjata purba yang menolak semua orang kecuali dirinya. Pedang itu tidak bisa merusak jiwanya, tetapi setiap tebasan memanen energi bencana dari Korupsi. Jika tidak diatur, energi itu meledak menjadi malapetaka acak. Satu-satunya cara aman adalah menuntun dampaknya agar melahap sumber Korupsi, bukan orang tak bersalah. Bersama Lyra, perapal runa yang mampu membaca arus malapetaka, dan Dervan, kesatria pensiun yang kehilangan sumpahnya, Eiden menelusuri Arteri Korupsi yang menghubungkan kota-kota purba. Mereka diburu Inkuisitor Mahkota yang ingin memonopoli pedang dan Ordo Luka Hitam yang mendambakan kehancuran total. Saat menghadapi simpul bencana terbesar, pedang menayangkan kilasan masa lalu yang mengungkap harga kekebalan Eiden: ia adalah jangkar perjanjian kuno yang menukar korbannya dengan stabilitas dunia. Eiden harus memilih untuk mematahkan pedang dan membiarkan Korupsi mengamuk bebas, atau menanggung beban malapetaka demi menutup luka dunia selamanya.