Iria adalah penyihir muda yang bertugas mengantar surat-surat bertanda sihir ke seluruh negeri. Setiap amplop menyimpan mantra yang hanya bangun ketika tiba di tangan penerimanya, dari janji yang terlupakan sampai pengakuan yang tidak sempat diucap. Mengendarai sapu dan menumpang kereta pos, Iria ditemani Kuro, kucing familier yang kritis namun setia. Tiga aturannya sederhana tapi sakral: jangan membaca isi, jangan mengubah pesan, dan selalu tiba sebelum bulan naik. Tugas yang terlihat simpel berubah rumit ketika sebuah surat tanpa pengirim terus muncul kembali di tasnya setiap kali ia menolak mengantar. Pencarian jawaban membawa Iria ke pelabuhan berkabut, desa pengrajin teh, hingga benteng perbatasan, mempertemukannya dengan orang-orang yang menyimpan luka dan harapan. Di antara pilihan sulit antara aturan dan empati, Iria pelan-pelan menyadari bahwa misteri surat tanpa nama itu terkait pada masa lalunya sendiri, serta masa depan banyak orang yang ia temui.