Serim adalah ketua OSIS yang perfeksionis dan hidupnya diatur oleh Aturan Emas, daftar prinsip yang ia tulis agar tidak lagi tersakiti dan tetap fokus pada beasiswa impiannya. Ia merahasiakan daftar itu, memberi saran anonim di forum sekolah, dan memastikan jarak aman dari drama pertemanan maupun romansa. Namun semua berubah ketika Haejin, murid pindahan yang santai dan blak-blakan, menantang cara pikirnya di kelas debat, lalu tanpa sengaja membuat potongan Aturan Emas viral di media sosial sekolah. Ketenaran mendadak itu membuat seluruh siswa menjadikan Aturan Emas sebagai tren, menciptakan aturan tak tertulis baru yang justru bikin hubungan antar teman semakin kaku. Saat proyek festival sekolah memaksa Serim dan Haejin bekerja bareng, Serim dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan kontrol atau memberi ruang untuk kejujuran dan rasa percaya. Satu per satu batas yang ia bangun diuji oleh ambisi, rahasia keluarga, serta perasaan yang tumbuh pelan namun pasti.