Alih-alih diangkat jadi penebas monster, seorang rekrutan cerdas bernama Rei justru ditempatkan di Hanagatashoku, jabatan paling disorot di dalam Ouritsu Kishidan. Tugasnya bukan duel, tetapi mengurus citra, protokol, parade, hingga bahasa simbol dan bunga yang menentukan bagaimana kerajaan dipersepsikan sekutu maupun musuh. Awalnya terasa remeh, namun Rei cepat sadar bahwa satu kesalahan dekor atau isyarat bendera bisa memicu krisis diplomatik. Ketika konspirasi mengincar upacara penobatan, Hanagatashoku berubah menjadi garis depan tak kasatmata. Bersama tim nyentrik yang berisi penjahit zirah, juru bendera, pemusik barisan, dan ahli heraldik, Rei memecahkan sandi yang tersembunyi dalam ornamen istana, membalik opini publik, serta menggagalkan provokasi tanpa menghunus pedang. Di tengah intrik kelas bangsawan dan tekanan media istana, tumbuh chemistry tipis-tipis antara Rei dan kapten kesatria yang dingin, membuat setiap misi serasa panggung besar dengan taruhannya nama baik kerajaan.