Naya, staf baru di divisi kreatif, mengira masalah terbesarnya hanya revisi tanpa henti dan rapat mendadak. Ternyata, rekan kerja barunya adalah makhluk kosmik yang menyamar sebagai manusia, lengkap dengan aura tak terjelaskan, memo berisi simbol purba, dan kebiasaan membuat printer berdoa tiap jam tiga pagi. Saat anomali kecil mulai mengacaukan kantor, Naya terpaksa bekerja sama dengan Eldritch X untuk menjaga tim tetap waras sekaligus menyelamatkan proyek klien dari kekuatan yang menelan brief dan akal sehat sekaligus. Di tengah tenggat, mereka menemukan bahwa rival perusahaan memanen ketakutan karyawan sebagai bahan bakar kampanye viral. Naya belajar menegosiasikan kontrak yang tak tertulis, dari aturan HR sampai pakta antardimensi, sementara Eldritch X mencoba memahami empati manusia dan budaya kerja modern. Kolaborasi keduanya mengubah kantor menjadi garis depan antara birokrasi korporat dan kehampaan kosmik, membuktikan bahwa kadang strategi terbaik bukan hanya pitch yang tajam, tapi juga keberanian menatap kekosongan dan tetap kirim file final sebelum jam lima.