Di kota pesisir yang selalu diselimuti kabut, batas antara dunia manusia dan yang tak kasatmata berdenyut seperti nada yang tak selesai. Aya, murid konservatori dengan sinestesia, mendengar melodi ganjil yang hanya muncul di persimpangan sepi dan jam tertentu. Saat gelombang noise tak wajar memicu kepanikan warga, Aya bertemu Ren, penjaga batas generasi muda yang memainkan biola tua sebagai jangkar keseimbangan. Keduanya menelusuri peta kota layaknya partitur, membaca graffiti, tiang listrik, dan hembus angin sebagai notasi rahasia untuk menemukan sumber retakan harmoni. Pencarian mereka menguak kelompok bayangan bernama Silence Guild yang ingin memutus melodi batas demi kuasa. Aya dihadapkan pada pilihan sulit ketika tahu suara kakaknya yang hilang sejak kecil tersangkut di antara dua dunia. Satu-satunya cara menutup celah adalah menuntaskan konser malam di dermaga yang bisa menyelamatkan kota namun menghapus gema terakhir kakaknya dari ingatannya. Di bawah langit pekat dan sorot lampu mercusuar, duel irama dan keheningan pecah. Ketika nada pamungkas terlepas, Aya menyadari melodi itu bukan akhir, melainkan kunci yang membuka babak baru dari perbatasan yang lebih luas.