Menjelang kelulusan, Riku dan Mio kembali ke pohon sakura tua yang menyimpan janji masa kecil mereka. Riku diam-diam menyiapkan sebuket sakura dari kelopak yang mereka kumpulkan setiap musim semi, berharap bisa menjadikannya momen pengakuan yang tidak terlupakan sebelum Mio pindah ke Tokyo. Dalam beberapa hari terakhir di sekolah, mereka menuntaskan daftar keinginan kecil, dari mampir ke stasiun lama sampai menempel stiker di loker kelas, sambil menimbang berani atau tidaknya mengubah persahabatan menjadi sesuatu yang lebih. Pada sore yang dipenuhi hujan kelopak, rencana Riku hampir buyar karena kesalahpahaman soal masa depan Mio. Namun justru di bawah langit merah muda itu, mereka akhirnya jujur tentang rasa takut, harapan, dan arti sebuket sakura yang mereka rangkai bertahun-tahun. Cerita ditutup dengan janji yang realistis: mencoba jarak jauh tanpa menghapus mimpi masing-masing, memulai musim baru dengan hati yang sama-sama tumbuh.