Alia resmi jadi mahasiswa baru di Jurusan Romansa, sebuah program studi unik yang menggabungkan teori komunikasi, psikologi, dan seni pertunjukan untuk membedah cara kerja cinta. Dari mata kuliah Dramaturgi Kencan hingga Studio Pengakuan, ia belajar bahwa rasa suka tidak hanya soal chemistry, tetapi juga desain pengalaman dan etika. Masalahnya, Alia dipasangkan dengan Reno, senior perfeksionis yang sinis pada romansa komersial. Keduanya harus menuntaskan proyek besar: merancang pengakuan cinta paling berkesan untuk festival kampus, lengkap dengan riset, prototipe, dan uji respons penonton. Seiring deadline mendekat, konflik nilai memanas. Tim mereka sempat viral karena teaser proyek, memicu gosip yang melanggar privasi subjek riset. Alia dihadapkan pada pilihan sulit antara mengejar beasiswa lewat sensasi atau mempertahankan batas yang sehat. Di tengah rivalitas, Alia dan Reno mulai memahami bahwa cinta tidak bisa direkayasa sepenuhnya; komunikasi jujur, consent, dan keberanian rentan justru menjadi inti. Proyek mereka pun berubah arah, dari sekadar tontonan, menjadi ajakan untuk merayakan keaslian.