Seorang mangaka pemula tiba-tiba ditangani Aira-senpai, editor senior yang terkenal nekat. Alih-alih revisi biasa, Aira selalu menempelkan setting kocak yang berasa seperti punchline, dari karakter utama yang terlalu sempurna sampai tokoh sampingan yang jadi pusat meme. Tiap meeting berubah jadi sesi brainstorming liar, bikin naskah jungkir-balik, tapi anehnya justru membuka peluang ide yang tak pernah terpikir. Di tengah deadline yang menggila, keduanya belajar saling percaya. Aira memperlihatkan kenapa instingnya tajam, sementara sang mangaka menemukan cara menjaga kejujuran karya tanpa menolak tren. Chemistry mereka tumbuh hangat, dengan ritme kerja yang makin klop. Saat satu proyek mulai melejit, muncul tantangan baru: bagaimana tetap orisinal ketika pasar terus minta kejutan yang lebih ekstrem.